I believe that SMILE is contagious !

I believe that SMILE is contagious !

Sunday, February 13, 2011

Aku. Dan notes terakhir di taun 2010.

Friday, December 31, 2010
9.21 pm
Tahun yang luarr biasa. Tahun yang sarat dengan pelajaran. Soal cinta. Soal pengorbanan. Soal prioritas. Soal kegagalan.
Soal apa yang penting dalam hidup dan apa yang tidak.
Soal cinta..
Tadinya aku selalu mencari sosok sempurna yang bisa kucintai, beribu syarat yang ada di benakku untuk si penerima hati. Aku selalu berpikir “bagaimana mungkin bisa menghabiskan seluruh hidupku bersama dengan org yang keras kepala, kasar, atau pemalas?” Di satu sisi benar, dengan karakteristik seperti itu tentu mereka tidak akan menjadi suami yang baik. Itu kata logika. Namun tahun ini aku diajarkan..ternyata saat kita mencintai seseorang kita akan dapat menerima kelemahannya. Saat ia keras kepala, hati akan bersabar, tersenyum dan mengelus pundaknya. Saat ia kasar, hati akan mengerang pelan, membalut luka, lalu memaafkan. Saat ia malas, hati akan menegur, menariknya, memberi semangat, namun tidak akan meninggalkannya sendirian.
Akhirnya aku mengerti, ternyata tidak perlu menemukan sosok sempurna untuk dicintai..karena hanya ketulusan cinta yang akan membuatnya sempurna.
Soal pengorbanan..
Aku adalah sosok egois, sejak dahulu selalu mempertimbangkan untung rugi dalam segala hal. Tahun ini aku belajar.. cinta dapat membuat kita rela berkorban apa saja. Apa saja asal ia bahagia.. Ya, apa saja. Rasa yang begitu berbahaya. Bagaimana bila jatuh pada oknum yang tidak bertanggung jawab? Bagaimana bila disalahgunakan? Sedih. Kecewa. Air mata yang terus menetes. Namun tetap berkorban sampai akhir. Karena senyum yang sesekali terlukis di wajahnya itu dapat menghapus segala kesedihan dan kekecewaan dalam sekejap mata. Cinta menghilangkan kemampuan kita untuk menikmati segala sesuatu..seorang diri. Makanan terlezat dan pemandangan terindah baru terasa berarti bila dinikmati melalui panca inderanya. Saat itulah kita menyadari..satu-satunya sumber kebahagiaan kita adalah kebahagiaannya. And it’s amazing how far we would be willing to sacrifice for that person we love ☺
Soal prioritas..
Banyak hal penting dalam hidup ini. Keluarga, cinta, pendidikan, agama, karir, sahabat.. Lalu manakah yang seharusnya diutamakan? Bagaimana bila cinta itu menelan seluruh perhatian dan pikiran kita, sehingga tidak ada lagi ruang untuk mengasihi keluarga, menjalankan perintah agama, ataupun mengutamakan pendidikan. Maka cinta itu telah menjelma menjadi cinta yang tak sehat. Cinta yang sehat tidak akan menghancurkan kehidupan kita, sebaliknya ia akan membuat kita semakin mencintai keluarga dan sahabat, semakin tekun menuruti perintah agama, dan semakin semangat dalam mengejar prestasi. Orang pesimis menyebutnya hal ini terlalu muluk, namun siapapun yang pernah jatuh cinta pasti mengerti. Karena cinta membuat kita selalu ingin menjadi lebih baik, untuk dia. Untuk dapat menjadi sosok yang dibanggakannya.
Satu lagi mengenai prioritas.. Terkadang kita terlalu terfokus pada orang-orang yang kita sayangi. Mungkin di mata mereka kita hanyalah debu, namun kita tak berhenti memerhatikannya. Tak berenti berharap suatu hari nanti ia akan sadar betapa besar dan luas kasih yang kita tawarkan. Sadar akan pintu kebahagiaan yang terbuka lebar untuknya. Lalu bagaimana dengan orang2 yang menyayangi kita? Bagaimana dengan debu yang juga menantikan perhatian, pintu kebahagiaan yang terbuka lebar untuk kita? Kita tersakiti dan menyakiti. Menantikan dan dinantikan. Tinggal menunggu siapa yang terlebih dahulu tersadar dan menghentikan kebodohan tersebut. Berhenti menanti! Karena ada pintu lain yang terbuka lebar, menantikanmu.

No comments:

Post a Comment